Saturday, October 13, 2018
Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar
Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar
Kurnia Tri Laksana Putri, Tri Kusharyanto, Nur Endahsari
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Email: kurniaputri@gmail.com, aan3kusharyanto@gmail.com, nurendahsari0209@gmail.com
Abstrak : Membaca sangatlah penting dalam dunia pendidikan, karena sangat menunjang dalam proses pembelajaran. Apabila siswa mempunyai kemampuan baik kemungkinan dia dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik pula dan dapat menerima informasi dengan baik. begitu juga sebaliknya, apabila siswa mempunyai kemampuan membaca rendah maka mereka juha akan terhambat dalam proses pembelajaran, karena mereka menerima informasi pembelajaran hanya pada saat guru menjelaskan. Maka dari itu budaya membaca haruslah ditumbuhkan sejak dini. Seorang guru juga harus mempunyai strategi strategi khusus untuk menumbuhkan minat baca peserta didik. Misalnya dengan memberikan waktu khusus untuk membaca kepada siswa, memberikan bacaan bacaan yang siswa sukai, dan guru juga harus memberikan stimulus kepada siswa untuk sesalu membaca. Di rumah, siswa juga harus diberikan dorongan dari orang tua untuk sesalu membaca apalagi pada era globalisasi ini, anak anak lebih tertarik dengan gadget dan masik suka bermain main.
Kata kunci : Budaya baca, sekolah dasar
Membaca tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, karena dalam proses pembelajaran kegiatan membaca menjadi hal yang paling utama. Membaca adalah suatu kegiatan mengeja atau melafalkan tulisan yang didahului dengan melihat dan memahami tulisan. Tujuan dari membaca adalah mencari, melihat, dan memahami isi sebuah bacaan atau untuk memperoleh informasi. Dalam proses pembelajaran, kegiatan membaca sangatlah penting sebagai penunjang terwujudnya tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Karena dengan membacalah kita dapat memperoleh informasi dengat maksimal. Berbeda dengan mendengarkan, jika kita mendapatkan informasi dari proses mendengarkan maka informasi itu hanya disampaikan sekali saja. Tetapi jika kita menerima informasi dari proses membaca maka kita dapat membaca berulang ulang sampai memahami makna apa yang terkandung dalam bacaan tersebut. Maka dari itu budaya baca harus ditanamkan sejak dini, atau bisa disebut dengan literasi.
Dalam dunia pendidikan khususnya, tulisan mutlak diperlukan. Buku-buku pelajaran maupun buku bacaan yang lainnya merupakan sarana untuk belajar para peserta didik di lembaga-lembaga sekolah mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tanpa tulisan dan membaca, proses transformasi ilmu pengetahuan tidak akan bisa berjalan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tulisan, budaya membaca, serta menulis di kalangan masyarakat. Oleh karenanya, kita harus terus berupaya mendorong serta membimbing para generasi muda untuk membudayakan kegiatan Literasi. Dalam sekolah dasar bisanya sudah diterapkan kegiatan literasi, kegiatan ini bisa dilakukan sebelum pembelajaran ataupun setelah pembelajaran. Tujuan dari kegiatan literasi ini yaitu untuk memperluas wawasan siswa.
Menumbuhkan budaya membaca di Sekolah Dasar tidaklah mudah, karena mada masa ini anak anak lebih senang bermain main dan belum begitu tertarik dengan membaca. Agar anak lebih senang membaca maka guru juga haus memberikan stimulus kepada siswa, misalnya yang pertama yaitu dalam kegiatan pembelajaran, guru memberikan jam khusus untuk membaca kemudian siswa diminta untuk menyampaikan kembali apa isi yang terkandung dalam bacaan. Yang kedua yaitu guru juga harus memberikan contoh kepada siswa tentang kebiasaan membaca, guru membiasakan membaca buku, novel, koran atau yang lainnya di dekat, dari kegiatan itu lah secara tidak langsung guru memberikan stimulus kepada siswa untuk membaca. Yang ketiga yaitu memberikan reward kepada siswa yang sering membaca. Dari sini lah maka siswa yang lain juga terdorong untuk selalu membaca agar mendapatkan reward dari guru. Dan yang terahir yaitu mulailah mengajarkan anak membaca hal hal yang anak sukai, misalnya membaca cerita, komik dan yang lainnya, karena dengan mengajak anak untuk membaca yang mereka sukai maka anak akan tertarik untuk selalu membaca dan terus membaca.
Membaca menjadi kunci untuk mendapatkan informasi. Siswa yang mempuanyai kemampuan membaca baik maka mereka akan mudah memahami materi mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. berbeda dengan siswa yang mempunyai kemampuan membaca rendah bahkan belum bisa membaca, mereka biasanya akan ketinggalan dalam mengikuti proses pembelajaran, karena anak anak yang mempunyai kemampuan membaca rendah mereka mendapatkan informasi pembelajaran hanya dari proses mendengarkan, yang saat pembelajaren mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas.
Budaya baca memang harus ditumbuhkan sejak dini, karena dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat pada era globalisasi ini dapat mempengaruhi minat baca seseorang. Sangat disayangkan karena sedikitnya antusias masyarakat Indonesia untuk membaca dan lebih memilih dengan menggunakan media lain untuk mengetahui informasi. Hal tersebut menyebabkan dampak yang kurang baik bagi mutu pendidikan di Indonesia padahal membaca merupakan kunci seseorang untuk menuju kesuksesan di kemudian hari. Seperti halnya siswa, jika siswa tersebut tidak menyukai kebiasaan membaca atau sangat rendah minat bacanya maka akan memyebabkan prestasi siswa tersebut juga kurang baik. Apabila para siswa tidak suka membaca maka pengetahuan mereka juga akan sempit dan tidak akan pernah bisa berkembang, yang mereka ketahui hanya terbatas . Hal inilah yang menyebabkan prestasi siswa menjadi kurang baik.
Oleh karena itu, dalam upaya menumbuhkan budaya membaca ditak hanya dimulai di sekolah saja akan tetapi juga harus di mulai dari rumah yaitu dengan bantuan orang tua. Ada berbagai cara untuk memperbaiki kurangnya minat baca anak pada era globalisasi ini. Orangtua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Kebiasaan membaca sebaiknya ditanamkan oleh orangtua pada anak sedini mungkin. Apalagi bagi anak-anak yang menginjak usia kecil hingga remaja. Karena pada saat usia inilah merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Apabila dalam masa ini anak ditanamkan pentingnya kegiatan membaca, kemungkinan anak tersebut akan memiliki minat membaca yang tinggi. Kemudian fasilitas yang memadai juga menjadi salah satu faktor dalam mengantisipasi minat membaca anak, seperti perpustakaan yang menyediakan banyak buka, dan lain sebagainya. Dari hal tersebut dapat menjadi suatu cara untuk menanamkan kebiasaan kegiatan membaca agar anak terbiasa menganggap bahwa kegiatan membaca merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua juga harus meluangkan waktu untuk mendampingi anak anaknya dalam belajar, apalagi pada anak yang usianya masih dini, orangtua harus mendorong anak anak nya untuk selalu membaca, misalnya bisa diawali dengan membaca retita, membaca komik atau yang lainnya yang anak anak sukai. Jika diawali dengan membaca yang anak anak sukai maka secara tidak langsung mereka akan terus termotivasi untuk terus membaca dan dengan diawasi orangtua.
Jadi budaya baca sangatlah penting bagi anak anak agar terbentuknya generasi yang maju. Mengapa demikian, karena dari membacalah anak anak akan memberoleh informasi dan wawasan yang sangat luas. Maka dari itu budaya membaca harus ditumbuhkan sejak dini baik dirumah maupun disekolah, guru harus memberikan stimulus, dorongan, dan motivasi agar anak mulai membaca, misal dengan memulai membaca bacaan yang anak anak sukai.
Subscribe to:
Comments (Atom)